Isu Terkini

RI Bangun Penyimpanan Cadangan Energi di Pulau Nipah, Apa Dampaknya bagi Ketahanan Energi?

439
×

RI Bangun Penyimpanan Cadangan Energi di Pulau Nipah, Apa Dampaknya bagi Ketahanan Energi?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Fasilitas penyimpanan energi

Jakarta, KabarHijau.com – Pemerintah Indonesia terus berupaya memperkuat ketahanan energi nasional dengan membangun fasilitas penyimpanan Cadangan Penyangga Energi (CPE) di Pulau Nipah. Langkah ini dilakukan menyusul diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 96 Tahun 2024 yang mengatur jenis CPE seperti minyak bumi, BBM jenis bensin, dan LPG.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah menyusun regulasi terkait investasi dalam proyek ini. “Kami sekarang sedang menyusun proses investasinya, dan kita akan bangun di Pulau Nipah,” ujarnya dalam konferensi pers Capaian Kinerja Sektor ESDM 2024 di Jakarta, Senin (3/2/2025).

Ketahanan Energi Nasional Akan Meningkat

Saat ini, cadangan energi Indonesia hanya mampu bertahan selama 21 hari. Dengan pembangunan fasilitas baru ini, pemerintah menargetkan peningkatan kapasitas penyimpanan hingga 30 hari. Hal ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada impor energi dan memperkuat ketahanan pasokan dalam menghadapi fluktuasi pasar global.

“Insyaallah investasinya cukup besar. Kita akan membangun storage di sana,” tambah Bahlil.

Selain penyimpanan CPE, Kementerian ESDM juga mempertimbangkan pembangunan kilang baru untuk meningkatkan kapasitas pemurnian minyak mentah di dalam negeri. Ini menjadi strategi untuk mengurangi impor BBM yang selama ini menjadi beban bagi neraca perdagangan energi Indonesia.

Dampak Lingkungan dan Keberlanjutan

Pembangunan fasilitas energi di Pulau Nipah tentu menimbulkan berbagai pertanyaan, terutama terkait dampaknya terhadap lingkungan. Sebagai kawasan strategis di perbatasan Indonesia-Singapura, Pulau Nipah memiliki ekosistem laut yang perlu dijaga. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan menerapkan standar lingkungan yang ketat dalam proyek ini.

Selain itu, proyek ini juga membuka peluang kerja baru serta mendorong investasi di sektor energi hijau. Dengan adanya penyimpanan cadangan energi yang lebih besar, Indonesia dapat lebih siap dalam menghadapi gejolak harga minyak global dan memastikan pasokan energi yang stabil bagi masyarakat.

Dengan berbagai langkah strategis ini, akankah Indonesia benar-benar mampu mencapai kemandirian energi? Waktu yang akan menjawab.