Isu Terkini

Gunungan 40.000 Ton Alga Invasif Asia di Tarifa, Ancaman atau Peluang Energi Hijau?

415
Pembersihan alga Asia invasif dari pantai-pantai di Tarifa, provinsi Cadiz, Andalusia, Spanyol. Photo: surinenglish.com

Tarifa, KabarHijau.com – Sebuah gunungan alga invasif asal Asia seberat lebih dari 40.000 ton telah menumpuk di pantai-pantai Tarifa, berdampingan dengan fasilitas pengolahan air limbah kota. Namun, alga ini seharusnya tidak berada di sana, karena menurut Pemerintah Spanyol, mereka dikategorikan sebagai limbah padat perkotaan yang harus disimpan di fasilitas resmi untuk kemudian dimusnahkan melalui pembakaran dan dikubur.

Namun, bagi Pemerintah Kota Tarifa, mengangkut alga ini ke tempat pembuangan akhir regional di Los Barrios akan menjadi bencana ekonomi. Biaya pemuatan dan transportasi untuk pengolahan diperkirakan mencapai lima juta euro, jumlah yang sangat besar bagi anggaran kota kecil ini. Sementara itu, pemerintah pusat mengklaim telah berupaya menghentikan penyebaran alga invasif ini.

Tarifa Kehilangan Kendali atas Gunungan Alga

Sejak tahun 2019, alga yang dikumpulkan dari pantai telah menumpuk di tempat pembuangan sementara. Namun, hingga kini, belum ada solusi konkret untuk mengatasi masalah ini.

“Tidak ada yang datang membantu,” keluh Wakil Wali Kota Tarifa, Jorge Benítez. “Kami sendirian menghadapi bencana lingkungan ini,” tambahnya.

Penduduk setempat juga mulai merasa frustrasi. “Ini masalah besar,” kata seorang warga. “Saat musim turis, keberadaan alga ini menjadi masalah besar,” ujar yang lain. “Alga ini menginvasi segalanya, dan nelayan pun tidak bisa melaut,” keluh seorang nelayan Tarifa.

Transformasi Alga Menjadi Energi Hijau, Solusi yang Diharapkan

Ancaman alga invasif ini telah mempersulit kehidupan nelayan dan mencemari pantai, tetapi ada harapan baru: mengubahnya menjadi energi hijau.

Pemerintah Kota Tarifa menyatakan bahwa biaya pengangkutan alga yang telah menumpuk ke tempat pembuangan lain mencapai 5 juta euro, jumlah yang tidak terjangkau oleh anggaran daerah. Oleh karena itu, mereka meminta solusi dari Pemerintah Regional Andalusia dan Pemerintah Spanyol.

“Ini adalah bentuk kelalaian dan ketidakbertanggungjawaban dari administrasi supramunicipal yang tidak bekerja sama dengan Pemerintah Kota dalam menangani masalah ini,” tegas Benítez.

Meskipun eradikasi total tidak memungkinkan, solusi untuk mengelola dan mengurangi dampak dari alga ini sedang dikaji. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah mengubah limbah alga menjadi biofuel, sebuah proyek yang kini sedang dalam tahap studi kelayakan.

Menanti Solusi Nyata

Pemerintah pusat menyatakan telah berusaha menghentikan penyebaran alga ini, meskipun mereka menyerahkan tanggung jawab pengelolaan kepada Pemerintah Regional Andalusia. Sementara itu, pihak Pemerintah Regional berpendapat bahwa pengelolaan ini seharusnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota karena dikategorikan sebagai limbah kota.

Di tengah tarik-menarik tanggung jawab ini, penduduk Tarifa semakin resah. Pemerintah Kota memperingatkan bahwa masalah ini bukan hanya ancaman bagi wilayah Cadiz, tetapi dalam beberapa tahun mendatang, alga invasif ini dapat menyebar ke seluruh pesisir Spanyol.

Apa Itu Alga Invasif Asia?

Alga ini memiliki nama ilmiah Rugulopteryx okamurae, tetapi lebih dikenal sebagai alga Asia karena berasal dari pesisir Jepang, Korea, China, Taiwan, dan Filipina.

Alga ini berwarna coklat dan tumbuh di dasar berbatu. Pada tahun 2020, Pemerintah Spanyol secara resmi menetapkannya sebagai spesies eksotis invasif, yang berarti keberadaannya dapat mengganggu keseimbangan ekosistem lokal.

Dengan ancaman lingkungan yang semakin nyata, pertanyaannya kini adalah: Akankah Spanyol melihat alga ini sebagai masalah atau justru sebagai peluang dalam pengembangan energi hijau?

Sumber: Noticias Ambientales

Exit mobile version