Isu Terkini

NTPC Gandeng Energy Dome Luncurkan Sistem Penyimpanan Energi CO2 Battery Pertama di Karnataka

410
×

NTPC Gandeng Energy Dome Luncurkan Sistem Penyimpanan Energi CO2 Battery Pertama di Karnataka

Sebarkan artikel ini

KabarHijau.com – Perusahaan listrik terbesar di India, National Thermal Power Corporation (NTPC), akan mengimplementasikan teknologi penyimpanan energi berbasis karbon dioksida (CO2 Battery) di Pembangkit Listrik Tenaga Super Thermal Kudgi, Karnataka. Proyek berkapasitas 20MW dengan durasi 8 jam (160MWh) ini menjadi langkah strategis dalam mendorong transisi energi bersih di India.

Berdasarkan informasi dari juru bicara Energy Dome kepada Energy-Storage.news, proyek yang dikerjakan bersama Triveni Turbine (India) dan Energy Dome (Italia) ini akan dibangun secara turnkey. Divisi penelitian NTPC, NETRA, juga terlibat dalam kolaborasi ini. Teknologi CO2 Battery dipilih karena keunggulannya dibanding baterai litium-ion dan penyimpanan hidro terpompa (PHES), termasuk masa pakai lebih dari 25 tahun tanpa degradasi performa, tidak memerlukan mineral kritis, serta fleksibilitas lokasi.

Teknologi Inovatif dengan Siklus Tertutup
CO2 Battery menyimpan energi melalui kompresi adiabatik gas karbon dioksida. Gas ini dicairkan saat pengisian daya dan diuapkan saat pengeluaran energi menggunakan siklus termodinamika Brayton. Panas yang dihasilkan selama kompresi disimpan dan digunakan kembali untuk menggerakkan turbin, menciptakan siklus tertutup yang ramah lingkungan.

Gurdeep Singh, Direktur Utama NTPC, menyebut proyek ini sebagai “terobosan penting dalam penyimpanan energi berdurasi panjang (LDES)”. Menurutnya, teknologi ini menjawab tantangan geografis India karena tidak bergantung pada topografi tertentu, sekaligus mendukung kebijakan pemerintah seperti ‘Make in India’ dan ‘Atmanirbhar Bharat’ (swasembada).

Dukungan Kebijakan dan Rantai Pasokan Lokal
Claudio Spadacini, CEO Energy Dome, menekankan bahwa CO2 Battery adalah solusi komersial yang stabil dan berkelanjutan. “Teknologi kami mengandalkan baja dan komponen yang tersedia luas, sehingga rantai pasokan tidak rentan terhadap ketegangan geopolitik,” ujarnya. Hal ini sejalan dengan strategi India untuk mengurangi ketergantungan impor.

Proyek ini merupakan hasil tender yang diluncurkan NTPC pada Oktober 2023. Sebelumnya, NTPC juga menggarap proyek baterai alir (flow battery) 600kW/3.000kWh di Uttar Pradesh. Sementara Energy Dome telah mengoperasikan demonstrasi 2,5MW/4MWh di Sardinia, Italia, dan menandatangani proyek 200MWh di Wisconsin, AS.

Menuju Komersialisasi Global di 2025
Spadacini menyebut tahun 2025 sebagai fase kritis untuk ekspansi komersial teknologi ini. Proyek di Karnataka dan Sardinia (20MW/200MWh) diharapkan menjadi bukti skalabilitas CO2 Battery. “Ini awal dari revolusi LDES global,” tambahnya.

Dengan kontribusi 25% terhadap pasokan listrik India, langkah NTPC ini memperkuat komitmen negara dalam mengurangi emisi dan meningkatkan porsi energi terbarukan. Keberhasilan CO2 Battery di Karnataka dapat menjadi model bagi negara-negara berkembang lainnya.