Arkansas, KabarHijau.com – Perusahaan teknologi karbon asal Kanada, Svante, mengumumkan rencana pengembangan fasilitas penangkapan dan penyimpanan karbon (Carbon Capture and Storage/CCS) di pabrik pulp dan kertas Ashdown, Arkansas. Proyek ini dirancang untuk mendukung penghapusan sekitar 1,5 juta ton karbon dioksida (CO2) dari atmosfer setiap tahunnya.
Proyek yang didukung oleh pendanaan dari Departemen Energi Amerika Serikat (DOE) ini diharapkan menjadi yang pertama di dunia dalam hal penggunaan teknologi canggih untuk menangkap CO2 biogenik—karbon dioksida yang berasal dari biomassa berkelanjutan, bukan dari sumber antropogenik atau hasil aktivitas manusia. DOE memberikan dukungan finansial untuk studi pra-FEED (Front-End Engineering Design), yang bertujuan mengevaluasi potensi penangkapan karbon pasca-pembakaran dari gas buang boiler pemulihan di pabrik tersebut.
Teknologi inti yang akan digunakan adalah solid sorbent berbasis Metal-Organic Frameworks (MOFs), sebuah inovasi revolusioner dalam industri penangkapan karbon. MOFs dikembangkan untuk menangkap CO2 dari aliran gas buang dengan kapasitas tinggi dan selektivitas lebih baik dibandingkan air. Teknologi ini mampu menyerap hingga 95% total emisi CO2 dari sumber industri, menggunakan injeksi uap bertekanan rendah untuk regenerasi material.
Claude Letourneau, Presiden dan CEO Svante, menyatakan, “Industri pulp dan kertas menawarkan peluang unik bagi teknologi dan alam untuk bekerja bersama dalam menghilangkan CO2 dari atmosfer. Teknologi penangkapan karbon berbasis MOF milik Svante memiliki potensi besar untuk merevolusi cara fasilitas industri mengelola emisi mereka. Kami yakin proyek ini akan membuka jalan bagi adopsi yang lebih luas di seluruh industri.”
Dampak Positif pada Lingkungan dan Industri
Setelah beroperasi, proyek ini diharapkan dapat menghasilkan kredit penghapusan karbon dioksida (Carbon Dioxide Removal/CDR). Kredit CDR diyakini memainkan peran penting dalam mencapai target Net Zero global dan nasional. Namun, kredit ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan upaya pengurangan emisi langsung dan mendalam yang diperlukan saat ini.
Menurut data statistik, industri pulp dan kertas merupakan salah satu sektor energi intensif yang menyumbang sekitar 9% dari total konsumsi energi industri di AS pada tahun 2022. Emisi gas rumah kaca langsung dari sektor ini mencapai 34,9 juta metrik ton CO2 ekuivalen pada tahun 2021, atau sekitar 2,5% dari total emisi industri di negara tersebut.
Kolaborasi Strategis untuk Masa Depan Berkelanjutan
Pengumuman ini datang tak lama setelah Svante dan Tenaska menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk berkolaborasi dalam proyek end-to-end penangkapan dan penyimpanan karbon. Tenaska, melalui aplikasi Class VI yang sedang dalam proses tinjauan, menawarkan jalur CCS (Carbon Capture and Storage) yang berkelanjutan dan ekonomis di berbagai wilayah AS, termasuk Sugarberry CCS Hub di Texas.
Inisiatif ini menunjukkan komitmen kuat untuk mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon melalui kolaborasi lintas sektor. Dengan kombinasi teknologi inovatif Svante dan infrastruktur penyimpanan karbon yang dikembangkan oleh Tenaska, proyek ini berpotensi menjadi model bagi industri lain di seluruh dunia.
Menghadapi Tantangan Perubahan Iklim
Langkah ini juga mencerminkan urgensi global dalam mengatasi perubahan iklim. Sementara banyak industri masih bergulat dengan tantangan pengurangan emisi, solusi seperti yang diusulkan Svante menawarkan harapan nyata untuk mencapai keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan lingkungan.
“Kami percaya bahwa teknologi ini tidak hanya akan membantu industri pulp dan kertas, tetapi juga menjadi inspirasi bagi sektor lain untuk mengadopsi pendekatan serupa,” tambah Letourneau, seperti dikutip Gas World.
Dengan teknologi solid sorbent berbasis MOF, Svante membuktikan bahwa inovasi teknologi hijau dapat menjadi bagian integral dari solusi perubahan iklim. Proyek di Ashdown, Arkansas, adalah langkah awal menuju transformasi industri yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.









