Isu Terkini

India Buka Pintu Investasi Swasta di Sektor Nuklir, Targetkan Energi Bersih $125 Miliar

434
×

India Buka Pintu Investasi Swasta di Sektor Nuklir, Targetkan Energi Bersih $125 Miliar

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Reaktor Nuklir India (Photo: constructionworld.in)

New Delhi, KabarHijau.com – Setelah membuka sektor luar angkasanya, India kini melangkah lebih jauh dengan membuka industri tenaga nuklir bagi investasi swasta. Langkah ini menghadirkan potensi pasar yang segera bernilai $125 miliar, dengan tujuan utama menggantikan pembangkit listrik tenaga batu bara yang sangat mencemari dengan reaktor nuklir demi mendekarbonisasi ekonominya.

Dalam skema bertahap, modal swasta dan asing akan disalurkan untuk membangun armada reaktor nuklir guna menggantikan pembangkit berbahan bakar batu bara. Langkah awal yang akan dilakukan adalah pembangunan 50 reaktor nuklir kecil berjenis Pressurized Heavy Water Reactor (PHWR) dengan kapasitas masing-masing 220 MW. Proyek ini akan menelan investasi sebesar $26 miliar.

Industri-industri berat yang dikenal sebagai pencemar utama, seperti baja, aluminium, dan logam, akan menjadi pengguna utama energi dari reaktor nuklir ini. Pemerintah India berharap kebijakan ini akan memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan emisi karbon secara nasional.

Perusahaan BUMN India, Nuclear Power Corporation of India Ltd. (NPCIL), akan berkolaborasi dengan investor dan pengembang listrik swasta untuk membangun reaktor-reaktor kecil ini. Pemerintah telah mengundang partisipasi swasta melalui proses lelang investasi di sektor nuklir yang selama ini sangat terbatas. Proposal investasi dari para pemangku kepentingan diharapkan masuk sebelum tenggat waktu 31 Maret mendatang.

Menteri Keuangan India, Nirmala Sitharaman, telah mengumumkan niat pemerintah untuk membuka sektor tenaga nuklir bagi investor swasta dalam pernyataan anggaran federal beberapa bulan lalu. Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang India untuk mempercepat pencapaian target emisi nol bersih (net zero emission).

Reaktor modular kecil yang dirancang oleh Babha Atomic Research Centre, lembaga penelitian nuklir milik pemerintah India, akan menggantikan unit pembangkit listrik berbahan bakar batu bara. Pemerintah menargetkan bahwa sektor tenaga nuklir yang didukung oleh investasi swasta, kemajuan teknologi, dan ekspansi pasar akan membantu India mencapai kapasitas energi hijau sebesar 500 GW pada tahun 2070. Dari jumlah tersebut, 100 GW akan berasal dari tenaga nuklir pada tahun 2047. Saat ini, kapasitas tenaga nuklir India masih tergolong kecil, hanya 8.180 MW atau sekitar dua persen dari total kapasitas listrik negara tersebut.

Laporan menunjukkan bahwa pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi hampir mencapai kesepakatan dengan sejumlah perusahaan energi besar, seperti Reliance Industries, Tata Power, Adani Power, dan Vedanta, untuk membangun proyek tenaga nuklir dengan total kapasitas 11.000 MW.

“Saat ini, pemerintah tengah mempertimbangkan sumber modal asing yang dapat dihimpun oleh perusahaan swasta sebagai langkah awal sebelum masuknya pemain global dalam sektor tenaga nuklir,” ujar seorang direktur senior perusahaan swasta.

Namun demikian, pembicaraan dengan perusahaan internasional seperti General Electric dan Westinghouse untuk mendirikan unit produksi reaktor nuklir di India masih belum mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Langkah India dalam membuka sektor tenaga nuklir untuk investasi swasta menandai babak baru dalam transisi energi negara tersebut, sekaligus menjadi sinyal kuat bagi investor global bahwa India serius dalam upayanya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil demi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Sumber: gfmag.com