Isu Terkini

Lapangan Gas Arun Diusulkan Jadi Pusat Strategis Proyek CCS di Aceh, Dukung Transisi Energi Bersih

705
×

Lapangan Gas Arun Diusulkan Jadi Pusat Strategis Proyek CCS di Aceh, Dukung Transisi Energi Bersih

Sebarkan artikel ini
Photo : Carbon Aceh

Banda Aceh, KabarHijau.com – PT Pembangunan Aceh (PEMA), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Aceh, menegaskan bahwa Lapangan Gas Arun di Aceh Utara memiliki potensi besar untuk menjadi lokasi strategis proyek penangkapan dan penyimpanan karbon (Carbon Capture and Storage/CCS). Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Pengembangan Bisnis PT PEMA, Faisal Ilyas, dalam pernyataannya di Banda Aceh pada Kamis, (30/01).

Menurut Faisal, Lapangan Arun yang dahulu merupakan giant gas field dengan cadangan gas awal (initial gas in place) yang besar, dinilai ideal untuk dijadikan tempat penyimpanan karbon. “Lapangan ini memiliki kapasitas penyimpanan hingga satu miliar metrik ton di reservoir yang telah depleted (menipis), dengan sejarah penyimpanan gas dan cairan secara aman selama jutaan tahun,” jelasnya, seperti dikutip dari Antara.

Lokasi Strategis Dekat Selat Malaka
Faisal menambahkan, posisi Lapangan Arun yang dekat dengan Selat Malaka menjadi nilai tambah strategis. Jarak tersebut memungkinkan proyek CCS di Aceh menampung emisi karbon dioksida (CO₂) dari industri di Singapura, Malaysia, dan negara sekitar. “Ini adalah babak baru. Kami mendukung studi lebih lanjut untuk mengelola reservoir Arun yang sudah depleted sebagai lokasi CCS,” ujarnya.

Dukung Ekonomi Aceh dan Komersialisasi Hijau
Proyek ini tidak hanya diharapkan mengurangi emisi global, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Aceh. “CCS Arun bisa menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan daerah,” tutur Faisal. Secara komersial, CCS/CCUS (penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon) di Arun berpotensi menjadi bisnis pertama di Asia yang menawarkan layanan penyimpanan CO₂ terbuka (open access).

PT PEMA juga membuka peluang investasi dengan memanfaatkan infrastruktur yang ada, seperti pelabuhan laut dalam, kilang LNG, serta fasilitas kompresi dan regasifikasi. “Skema pengelolaannya sudah sesuai dengan Permen ESDM Nomor 16 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Penyimpanan Karbon,” tegas Faisal.

Proyek Penting untuk Asia-Pasifik
Berdasarkan laporan Global CCS Institute (2023), saat ini terdapat 17 fasilitas CCS di kawasan Asia-Pasifik yang sedang dikembangkan, termasuk Lapangan Arun yang berstatus “Early Development”. “CCS Arun adalah langkah penting bagi Indonesia dalam mengatasi perubahan iklim dan transisi energi bersih. Kami berkomitmen mempercepat kolaborasi agar Aceh tidak kehilangan momentum ini,” pungkas Faisal.

Dengan potensi penyimpanan karbon skala besar dan dukungan regulasi, proyek CCS di Arun diharapkan menjadi pionir dalam mendorong ekonomi hijau sekaligus menjaga komitmen Indonesia menuju net-zero emission.


Catatan Redaksi: CCS (Carbon Capture and Storage) adalah teknologi untuk menangkap emisi CO₂ dari industri dan menyimpannya di bawah tanah, mencegahnya masuk ke atmosfer. Proyek ini menjadi salah satu solusi mitigasi perubahan iklim global.