KabarHijau.com – Sebuah laporan terbaru yang disusun oleh Carbon Balance Initiative, Oxford Net Zero, dan Carbon Capture and Storage Association (CCSA) mengkaji jalur kebijakan yang diperlukan untuk mencapai target ambisius penyimpanan karbon di Inggris. Laporan ini menyoroti pentingnya teknologi carbon capture and storage (CCS) dalam upaya mitigasi perubahan iklim dan pencapaian emisi nol bersih.
Laporan berjudul “Markets & Mandates – Policy Scenarios for UK CCS Deployment & Exploring the Role of a Carbon Takeback Obligation” menegaskan perlunya kerangka kebijakan yang kuat untuk mendorong pengembangan dan penerapan CCS. Inggris menargetkan penyimpanan 50 megaton CO₂ per tahun pada pertengahan 2030-an, yang membutuhkan strategi kebijakan yang lebih komprehensif.
Temuan Utama Laporan:
- Kebijakan Saat Ini Mungkin Tidak Cukup
Laporan ini memperingatkan bahwa mengandalkan skema perdagangan emisi Inggris (UK Emissions Trading Scheme atau ETS) saja mungkin tidak cukup untuk mencapai skala penyimpanan karbon yang dibutuhkan. - Mandat Sebagai Solusi
Laporan ini mengusulkan pendekatan kombinasi dengan mengintegrasikan ETS dan kewajiban pengambilan kembali karbon (Carbon Takeback Obligation atau CTBO). Skema ini akan mewajibkan produsen bahan bakar fosil untuk menyimpan persentase emisi CO₂ mereka yang semakin meningkat. Pendekatan ini diharapkan dapat menyelaraskan pengembangan penyimpanan karbon dengan target nol bersih dan memperkuat prinsip “pencemar membayar.” - Mengatasi Tantangan
Laporan ini juga mengakui potensi tantangan, termasuk risiko ketergantungan berlebihan pada bahan bakar fosil yang ditanggulangi, kebocoran karbon, daya saing industri, keamanan energi, dan biaya bagi konsumen. Oleh karena itu, perancangan kebijakan yang cermat dan penelitian berkelanjutan sangat diperlukan untuk mengurangi risiko-risiko tersebut.
Laporan ini memberikan kerangka kerja bagi para pembuat kebijakan dalam menerapkan mandat penyimpanan karbon, termasuk tipologi kebijakan yang baru dan lima pertimbangan desain utama. Riset ini bertujuan untuk mempercepat transisi menuju masa depan rendah karbon dan memastikan Inggris tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai target emisi nol bersihnya.
