Energi Hijau

Indonesia Miliki Potensi Energi Bersih 3.700 GW, Baru Dimanfaatkan 1%

473
×

Indonesia Miliki Potensi Energi Bersih 3.700 GW, Baru Dimanfaatkan 1%

Sebarkan artikel ini

Jakarta, KabarHijau.com – Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani, mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi energi bersih yang mencapai 3.700 gigawatt (GW). Potensi ini bersumber dari energi tenaga surya, angin, air, panas bumi, dan gelombang laut. Namun, pemanfaatannya saat ini masih sangat minim, yaitu kurang dari 1%.

“Indonesia memiliki cadangan panas bumi terbesar di dunia, khususnya di Jawa dan Sumatera. Namun yang telah terpasang saat ini baru kurang dari 1%. Ini menunjukkan peluang besar yang masih bisa digarap,” ujar Rosan dalam forum World Economic Forum (WEF) bertajuk Industrial Clusters as Energy Pioneers di Davos, Swiss.

Pengembangan Klaster Industri Berbasis Energi Bersih

Rosan juga menjelaskan bahwa Indonesia saat ini telah mengembangkan klaster industri berbasis energi bersih dengan kapasitas terpasang sebesar 6,6 GW. Salah satu klaster tersebut mengonsumsi sekitar 4,5 GW energi, dan rencana ekspansinya akan menambah 2,5 GW lagi menggunakan energi bersih.

“Target kami adalah memastikan seluruh kebutuhan energi sebesar 6,6 GW di klaster ini menggunakan energi bersih,” tambahnya.

Pendekatan berbasis klaster industri dianggap penting untuk membangun ekosistem berkelanjutan. Sebagai langkah konkret, Indonesia telah meluncurkan klaster industri dengan target emisi nol pertama di kawasan ASEAN. Salah satu contohnya adalah klaster industri nikel, yang seluruh rantai pasoknya terintegrasi dalam satu lokasi.

Tantangan dan Kolaborasi Internasional

Meski memiliki sumber daya yang melimpah, Rosan mengakui bahwa Indonesia memerlukan kolaborasi pendanaan, teknologi, dan sumber daya manusia untuk mewujudkan target emisi nol. Ia mengundang mitra internasional untuk bekerja sama dalam mencapai target tersebut.

“Dengan teknologi baru, kemauan politik yang kuat dari pemerintah, serta dukungan penuh rakyat Indonesia, kami yakin dapat mencapai target ini, bahkan mungkin lebih awal dari 2060, seperti yang dicanangkan Presiden Prabowo,” ujar Rosan.

Ia juga menekankan bahwa semua proyek di kawasan industri baru harus dirancang untuk mencapai emisi nol bersih sejak hari pertama. Pemerintah terus mendorong perusahaan lokal dan asing untuk menjadikan keberlanjutan sebagai prioritas utama.

Kemudahan bagi Investor

Dalam rangka menarik investasi, pemerintah terus mereformasi kebijakan dan regulasi. Rosan menegaskan bahwa proses perizinan kini lebih sederhana dan terintegrasi di bawah Kementerian Investasi, termasuk pemberian insentif fiskal.

“Kami terus memberikan kemudahan bagi investor untuk mendukung pengembangan energi bersih dan keberlanjutan di Indonesia,” tutup Rosan.

Dengan potensi besar yang dimiliki Indonesia, pemanfaatan energi bersih diharapkan akan terus meningkat seiring dengan kolaborasi dan inovasi yang dilakukan bersama mitra internasional.