Ekonomi Hijau

Kolaborasi Inovasi: Dua Perusahaan Finlandia Bersatu untuk Dekarbonisasi Sektor Konstruksi

513
×

Kolaborasi Inovasi: Dua Perusahaan Finlandia Bersatu untuk Dekarbonisasi Sektor Konstruksi

Sebarkan artikel ini
Pabrik percontohan pertama Carbonaide, di Hollola, Finlandia (Photo: Vesa Kippola).

KabarHijau.com – Dua perusahaan Finlandia, Soletair Power dan Carbonaide, telah menjalin kemitraan untuk mendekarbonisasi sektor konstruksi, salah satu industri dengan emisi tertinggi di dunia. Kolaborasi ini memadukan teknologi inovatif untuk mengurangi emisi CO2 dan memanfaatkannya secara berkelanjutan.

Soletair Power menghadirkan teknologi yang mampu menangkap karbon dioksida langsung dari sistem ventilasi bangunan. Teknologi ini menggunakan HVAC Integrated CO2 Capturing Unit, sebuah sistem modular yang dapat dipasang di gedung-gedung. Setiap unit yang terpasang mampu menangkap hingga 20 ton karbon dioksida per tahun.

Sementara itu, Carbonaide berfokus pada transformasi beton dari sumber karbon menjadi penyerap karbon. Teknologi yang dikembangkan bersama VTT Technical Research Centre of Finland ini memanfaatkan mekanisme mineralisasi CO2, sehingga karbon yang tertangkap dapat disimpan secara permanen dalam beton.

Teknologi penghijauan karbon milik Carbonaide telah memenangkan penghargaan karena memungkinkan produksi beton negatif karbon dengan memadukan CO2 yang telah dimineralisasi dengan bahan pengikat yang memiliki jejak karbon rendah.

Pada Desember 2024, kemitraan kedua perusahaan ini mencapai tonggak sejarah baru. Carbonaide berhasil memproduksi produk beton bersih karbon-negatif dengan menggunakan karbon dioksida yang ditangkap oleh teknologi Soletair Power.

“Kemitraan ini memaksimalkan keunggulan kedua teknologi,” ujar Petri Laakso, CEO Soletair Power. “Ini seperti mengubah emisi berbahaya menjadi mineral padat yang bernilai, menciptakan manfaat melalui pengurangan biaya sekaligus menutup siklus karbon dari udara.”

Dengan memanfaatkan karbon yang tertangkap, kolaborasi ini tidak hanya menurunkan biaya produksi, tetapi juga membantu perusahaan konstruksi mengurangi ketergantungan pada semen dengan jejak karbon tinggi.

CEO Carbonaide, Tapio Vehmas, menambahkan, “Kami menyelesaikan dua masalah sekaligus. Dengan mengurangi penggunaan semen, pelanggan kami dapat menghemat biaya sekaligus meningkatkan daya saing mereka, terutama saat regulasi EU ETS semakin ketat. Di sisi lain, kami memastikan bahwa CO2 yang tertangkap tidak kembali ke atmosfer.”

Kolaborasi yang berhasil antara Soletair Power dan Carbonaide menjadi bukti bahwa inovasi teknologi dapat menghadirkan solusi konkret bagi tantangan lingkungan global. Kemitraan ini membuka jalan bagi masa depan konstruksi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.