Washington, KabarHijau.com – Chris Wright, calon Menteri Energi Donald Trump, menghadapi kritik tajam karena meragukan hubungan antara perubahan iklim dan meningkatnya frekuensi atau intensitas kebakaran hutan. Sikap ini bertentangan dengan konsensus ilmiah, seperti dilaporkan oleh Washington Post.
Dalam sidang konfirmasi Senat AS pada hari Rabu, para anggota Demokrat, termasuk Senator Alex Padilla dari California, mempertanyakan pernyataan Wright sebelumnya. Mereka menyoroti unggahan di LinkedIn yang menyebutkan kekhawatiran tentang kebakaran hutan sebagai “hype” dan menyangkal kaitannya dengan kebijakan iklim.
Padilla menuduh Wright meremehkan dampak nyata dan mematikan dari kebakaran hutan. Saat senator itu menanyakan apakah Wright tetap pada pandangannya meski terjadi kebakaran hebat di negara bagian asalnya, Wright menjawab bahwa ia percaya perubahan iklim adalah fenomena global dan tetap pada pernyataannya sebelumnya.
Meski mendapat penentangan dari Demokrat, mayoritas Senat yang dikuasai Partai Republik dengan perbandingan 53-47 mendukung pencalonan Wright. Dalam sidang tersebut, Wright berjanji akan mendorong perluasan produksi bahan bakar fosil.
Penelitian ilmiah membantah klaim Wright. Perubahan iklim secara nyata telah berkontribusi pada meningkatnya frekuensi dan intensitas kebakaran hutan, termasuk di Los Angeles.
Kebakaran yang menjadi pusat perhatian dalam perdebatan ini telah melahap lebih dari 40.000 acre (16.000 hektar) dan menewaskan sedikitnya 25 orang. Dua kebakaran terbesar, yaitu kebakaran Palisades dan Eaton, masing-masing baru berhasil dipadamkan 19% dan 45%.
Dalam sidang tersebut, Senator independen Angus King dari Maine menyatakan bahwa pandangan Wright tentang perubahan iklim lebih kompleks daripada yang dipahami publik. King mencatat bahwa Wright tidak menyangkal keberadaan perubahan iklim atau kaitannya dengan pembakaran bahan bakar fosil yang telah meningkatkan konsentrasi karbon dioksida di atmosfer secara drastis.
Wright menanggapi dengan mengatakan, “Benar sekali”, seraya menambahkan bahwa “dari pembakaran hidrokarbon untuk menopang dunia modern kita, kita telah meningkatkan konsentrasi CO2 di atmosfer sebesar 50%,” yang membuat Bumi semakin sulit melepaskan panas.
Meski mengakui keberadaan perubahan iklim, Wright juga menyatakan, “Tidak ada energi kotor atau energi bersih.” Ia menegaskan bahwa yang ada adalah berbagai sumber energi dengan keuntungan dan kerugian yang berbeda-beda.
