Ekonomi Hijau

Pasar Kredit Karbon: Tumbuh Pesat Menjelang 2030

680
×

Pasar Kredit Karbon: Tumbuh Pesat Menjelang 2030

Sebarkan artikel ini

Kabarhijau.com – Kredit karbon kini menjadi solusi populer bagi perusahaan untuk mendekarbonisasi operasional mereka. Untuk mendapatkannya, perusahaan perlu mendanai proyek berkelanjutan seperti reboisasi, penangkapan karbon, atau inisiatif efisiensi energi.

Namun, pasar kredit karbon, yang diperkirakan bernilai sekitar USD 1,4 miliar pada 2024, mengalami stagnasi dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun dianggap sebagai cara sederhana untuk mengurangi jejak karbon, pasar ini belum memenuhi ekspektasi awalnya.

Jenis Kredit Karbon yang Umum

  1. Kredit Energi Terbarukan (RECs): Dihasilkan dari proyek energi terbarukan seperti angin, matahari, hidro, atau biomassa.
  2. Kredit Efisiensi Energi: Diperoleh melalui inisiatif peningkatan efisiensi energi.
  3. Kredit Teknologi Penangkapan Karbon: Diperoleh dari solusi seperti injeksi CO₂ ke formasi geologi bawah tanah.
  4. Proyek Reboisasi dan Penghijauan: Melibatkan penanaman hutan baru atau restorasi hutan yang ada.
  5. Proyek Karbon Pertanian: Mengadopsi praktik berkelanjutan untuk meningkatkan penyimpanan karbon dalam tanah.

Menurut laporan dari MSCI, pasar ini berpotensi tumbuh signifikan hingga 2030, didorong oleh komitmen iklim korporasi dan mekanisme pasar yang terus berkembang.

Tantangan di Pasar Kredit Karbon

Meski ada potensi, pasar ini menghadapi berbagai tantangan seperti masalah harga, integritas, dan permintaan yang memengaruhi pertumbuhannya.

Jeremy Davis, Direktur Eksekutif MSCI, menjelaskan, “Kredit karbon telah berkembang sejak diperkenalkan pada 1980-an. Namun, volume kredit yang digunakan untuk mengimbangi emisi tetap stagnan di angka 180 MtCO₂e selama tiga tahun terakhir.”

Peningkatan adopsi target iklim oleh perusahaan yang divalidasi inisiatif seperti Science Based Targets Initiative (SBTi) naik 65% pada 2024. Namun, permintaan tidak meningkat signifikan akibat skeptisisme terhadap kualitas proyek karbon tertentu dan minimnya urgensi dari perusahaan yang menetapkan target jangka panjang.

Tanda-Tanda Kebangkitan Pasar

Proyeksi MSCI menunjukkan nilai pasar ini dapat mencapai USD 7-35 miliar pada 2030 dan hingga USD 250 miliar pada 2050. Kredit berbasis penghapusan karbon, baik melalui solusi alami seperti reboisasi maupun teknologi seperti Direct Air Capture (DAC), diprediksi akan mendominasi pasar.

Guy Turner, Kepala Global Pasar Karbon di MSCI, menyebut, “Semakin banyak organisasi yang tertarik pada pasar karbon, menciptakan efek bola salju.”

Prospek Jangka Panjang

Menjelang 2050, teknologi seperti DAC diharapkan memainkan peran besar, dengan kredit penghapusan berkontribusi pada dua pertiga nilai pasar. Meski saat ini teknologi tersebut mahal, mereka berpotensi menjadi solusi utama untuk mengatasi perubahan iklim.

Dengan dampak finansial yang diperkirakan hanya sekitar 1,5% dari keuntungan perusahaan global pada 2050, pasar kredit karbon dapat menjadi elemen kunci dalam strategi keberlanjutan perusahaan.

“Pasar karbon bisa memainkan peran penting dalam mengatasi perubahan iklim, memungkinkan pemerintah dan perusahaan mengurangi emisi dengan biaya lebih rendah,” pungkas Turner.