Energi Hijau

Masdar: Indonesia Jadi Pusat Energi Terbarukan di Asia Tenggara

565
Chief Operating Officer (COO) Masdar Abdulaziz Alobaidli. Gambar : Bloomberg Finance LP

Abu Dhabi, KabarHijau.com – Perusahaan energi bersih asal Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Masdar, menegaskan bahwa Indonesia merupakan pusat (hub) energi terbarukan di kawasan Asia Tenggara.

“Jakarta adalah pusat (hub) kami untuk Asia Tenggara. Di Jakarta, kami memutuskan untuk membangun kantor kami,” ujar Chief Operating Officer (COO) Masdar Abdulaziz Alobaidli kepada ANTARA di Abu Dhabi, UEA, Selasa (14/1).

Masdar juga berencana memperluas investasi ke negara-negara sekitar Indonesia seperti Malaysia, Singapura, dan Filipina. Meski demikian, Alobaidli menegaskan bahwa Indonesia tetap menjadi prioritas. “Kami memulai di Indonesia, dan Jakarta adalah pusat regional kami untuk wilayah tersebut,” tambahnya.

Masdar saat ini terlibat dalam berbagai proyek energi terbarukan di Indonesia. Salah satu proyek utamanya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata di Waduk Cirata, Jawa Barat. Selain itu, Masdar juga menerima Letter to Proceed (LtP) dari Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) untuk investasi Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) energi terbarukan di Nusantara, Kalimantan Timur.

Tak hanya itu, Masdar juga memegang saham 15 persen di PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE).

Saat ini, Masdar sedang melakukan studi kelayakan untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dengan sistem pumped storage. “Untuk tenaga bayu cukup sulit dikembangkan di Indonesia karena topografi wilayahnya. Namun, kami masih mendalami peluangnya. Untuk pumped storage, studi kelayakannya masih berlangsung,” ungkap Alobaidli.

Komitmen Masdar untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat energi terbarukan Asia Tenggara diharapkan dapat mempercepat transisi energi dan mendorong pembangunan berkelanjutan di kawasan.

Sumber : Antara

Exit mobile version