Energi Hijau

IRENA Sediakan Platform Pendanaan untuk Transisi Energi Indonesia

559
×

IRENA Sediakan Platform Pendanaan untuk Transisi Energi Indonesia

Sebarkan artikel ini
Direktur Jenderal Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA) Francesco La Camera dalam konferensi pers setelah pembukaan Sidang Majelis Umum ke-15 IRENA di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Minggu (12/1/2025). (Foto: ANTARA/Putu Indah Savitri)

Abu Dhabi, KabarHijau.com – Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA) memperkenalkan platform pendanaan Energy Transition Accelerator Financing (ETAF) guna mendukung transisi energi di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal IRENA, Francesco La Camera, dalam konferensi pers setelah pembukaan Sidang Majelis Umum Ke-15 IRENA di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Minggu (12/1/2025).

“Kami berupaya menutup kesenjangan transisi energi dengan menyediakan platform pendanaan yang melibatkan 14 mitra,” ujar La Camera.

Sidang Majelis Umum Ke-15 IRENA bertujuan mempercepat transisi energi global di tengah ancaman ketahanan energi akibat konflik di Timur Tengah serta dampak cuaca ekstrem. Menurut La Camera, ETAF membuka kesempatan bagi proyek-proyek transisi energi dari sektor swasta maupun pemerintah untuk mendapatkan dukungan pembiayaan.

Proses Pendanaan ETAF

Proses pendanaan melalui ETAF dapat dilakukan melalui dua jalur, yaitu:

1. Mitra ETAF: Proposal yang diterima akan dikaji untuk menarik minat mitra pendanaan.

2. Forum Investasi: Proyek dipresentasikan dalam forum untuk menjembatani pemilik proyek dengan pemodal.

IRENA telah mengadakan forum investasi di Indonesia pada acara G20, di mana 21 proyek dipresentasikan melalui 29 sesi matchmaking. Hasilnya, dua proyek berhasil lolos, yaitu proyek pembangkit listrik biogas 3 MW di Ujung Batu, Riau, dan proyek tenaga surya fotovoltaik 30 MW di Jalan Pintasan Bidor, Malaysia.

“Mudah-mudahan forum berikutnya akan digelar di Singapura pada Oktober mendatang,” ungkap La Camera.

Platform ETAF diharapkan menjadi solusi efektif dalam percepatan transisi energi, sejalan dengan komitmen global untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mempercepat adopsi energi terbarukan.

Sumber : Antara