KabarHijau.com – Gurun Kubuqi di Mongolia Dalam, Tiongkok, yang dulu disebut sebagai “lautan kematian,” kini menjadi lokasi proyek energi terbarukan berskala besar pertama di dunia. Proyek ambisius ini, yang dikenal dengan nama Solar Great Wall atau Tembok Surya Raksasa, bertujuan untuk menghasilkan energi surya sebesar 100 gigawatt pada tahun 2030. Selain menciptakan sumber energi bersih, proyek ini juga mengubah lingkungan gurun menjadi kawasan yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Tembok Surya Raksasa akan membentang sejauh 400 kilometer dengan lebar 5 kilometer, memanfaatkan bentang lahan datar dan paparan sinar matahari di Gurun Kubuqi. Panel surya dipasang di sepanjang area bukit pasir sempit di sekitar Baotou dan Bayannur, yang terletak di selatan Sungai Kuning. Pada pertengahan 2024, kapasitas terpasang diproyeksikan mencapai 5,4 gigawatt, didukung oleh perusahaan milik negara seperti China Three Gorges dan State Power Investment Corporation.
Salah satu pencapaian besar dari proyek ini adalah Junma Solar Power Station, yang selesai dibangun pada 2019 dengan kapasitas 300 megawatt. Stasiun ini memegang Rekor Dunia Guinness sebagai gambar terbesar yang dibuat dari panel surya. Dengan produksi listrik mencapai 2 miliar kilowatt-jam setiap tahun, pembangkit ini mampu memenuhi kebutuhan energi hingga 400.000 orang.
Tiongkok kini menjadi pemimpin global dalam energi surya, dengan 51% kapasitas energi surya dunia. Pada pertengahan 2024, kapasitas ladang surya operasional Tiongkok diperkirakan mencapai 386.875 megawatt, jauh melampaui Amerika Serikat (79.364 megawatt) dan India (53.114 megawatt). Selama periode 2017-2023, Tiongkok menambah kapasitas rata-rata 40.000 megawatt setiap tahun, mencerminkan komitmennya terhadap energi terbarukan.
Proyek ini tidak hanya menghasilkan energi bersih tetapi juga memberikan manfaat ekologis, seperti mengurangi desertifikasi dengan menstabilkan bukit pasir yang tererosi angin. Bayangan panel surya juga membantu mengurangi penguapan, memungkinkan tumbuhnya rumput dan tanaman di bawahnya. Dengan demikian, proyek ini berkontribusi pada restorasi ekosistem, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan inovasi teknologi surya.
Tembok Surya Raksasa adalah simbol kreativitas manusia dan tanggung jawab lingkungan. Proyek ini menunjukkan bahwa bahkan di gurun yang tandus, ada peluang untuk mewujudkan keberlanjutan dan kemajuan. Tiongkok telah mengubah tantangan lingkungan menjadi peluang, menetapkan standar global untuk inovasi energi terbarukan.
Sumber : EcoNews




