Ekonomi Hijau

Pasar Kredit Karbon Global: Tren Stagnasi dan Potensi Pertumbuhan di Masa Depan

643

KabarHijau.com – Pasar kredit karbon global mengalami periode stagnasi pada tahun lalu, dengan ukuran pasar yang relatif kecil sekitar $1,4 miliar, menurut data dari MSCI. Tingkat penghapusan kredit karbon, yang menandakan penghapusan permanen dari peredaran, tetap hampir tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, harga spot rata-rata turun sebesar 20%.

Namun, sejumlah indikator mengisyaratkan potensi lonjakan aktivitas pasar dalam beberapa tahun mendatang. Di antaranya adalah meningkatnya jumlah perusahaan yang menetapkan target iklim ambisius, serta serangkaian kebijakan dan perkembangan pasar yang menguntungkan.

Menjelang akhir tahun 2024, lebih dari 6.200 proyek karbon telah terdaftar di 12 registri kredit internasional terkemuka. Proyek-proyek ini secara kolektif menerbitkan 305 juta ton setara karbon dioksida (MtCO2e) kredit pada tahun 2024, sehingga total penerbitan sejak ratifikasi Perjanjian Paris pada akhir 2016 mencapai lebih dari 2,1 miliar kredit.

Pada tahun 2024, sebanyak 180 MtCO2e kredit ini dihapuskan, menandakan penghapusan permanen dari pasar. Sebagian besar penghapusan ini dilakukan secara sukarela oleh perusahaan sebagai bagian dari strategi iklim mereka. Setelah pertumbuhan yang pesat hingga tahun 2022, tingkat penghapusan ini stagnan untuk tahun ketiga berturut-turut.

Meskipun tingkat penghapusan relatif stabil, harga spot kredit karbon melemah, dengan rata-rata hanya $4,8 per tCO2e, turun 20% dari rata-rata tahun 2023. Beberapa faktor yang menyebabkan stagnasi pasar ini termasuk sorotan negatif terkait kualitas proyek tertentu dan kurangnya urgensi dari beberapa perusahaan dalam memenuhi tujuan iklim jangka panjang mereka.

Namun, model terbaru MSCI Carbon Markets memperkirakan peningkatan signifikan dalam nilai pasar kredit karbon global, dengan proyeksi berkisar antara $7 miliar hingga $35 miliar pada tahun 2030. Pada tahun 2050, nilai pasar ini diperkirakan dapat mencapai $45 hingga $250 miliar.

Proyeksi ini didasarkan pada asumsi bahwa komitmen iklim korporasi dan pemerintah akan terpenuhi. Faktor pendorong permintaan meliputi aksi sukarela perusahaan, pasar CORSIA untuk penerbangan internasional, potensi integrasi kredit karbon ke dalam pasar kepatuhan, dan penggunaan kredit karbon oleh pemerintah sesuai dengan Pasal 6 Perjanjian Paris.

Selain itu, sumber permintaan baru juga mulai muncul. Maskapai penerbangan kini bersiap untuk fase pertama skema CORSIA dengan batas waktu tahun 2027, sementara negosiator PBB telah menyelesaikan aturan awal untuk perdagangan kredit karbon di bawah Perjanjian Paris.

Dengan banyaknya perusahaan yang mendekati atau melampaui target net-zero mereka pada tahun 2050, permintaan korporasi yang kuat dan preferensi terhadap kredit berkualitas tinggi diperkirakan akan mendorong nilai pasar ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya. Perkembangan ini berpotensi menjadi titik balik yang telah lama dinantikan bagi pasar kredit karbon global.

Exit mobile version