Bencana

Los Angeles Dilanda Krisis Kebakaran Hutan Terparah dalam Sejarah

1084
×

Los Angeles Dilanda Krisis Kebakaran Hutan Terparah dalam Sejarah

Sebarkan artikel ini
Petugas pemadam kebakaran berjuang melawan kebakaran Palisades di Pacific Palisades, Los Angeles County, California, Amerika Serikat, pada 7 Januari 2025. (Foto oleh Qiu Chen/Xinhua)

Los Angeles, KabarHijau.com – Los Angeles County tengah menghadapi salah satu krisis kebakaran hutan paling menghancurkan dalam sejarahnya. Kebakaran yang dipicu oleh angin kencang dan kondisi kering yang berkepanjangan telah melahap lebih dari 36.000 hektar sejak Selasa lalu. Hingga kini, lebih dari 10.000 bangunan telah hancur, dan sedikitnya 11 nyawa melayang.

Kerugian ekonomi awal akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai 52 hingga 57 miliar dolar AS, melampaui dampak kehancuran kebakaran hutan California pada 2018.

Saat ini, terdapat setidaknya enam titik kebakaran aktif di Los Angeles County. Salah satu yang terbesar adalah Palisades Fire di kawasan Pacific Palisades, daerah pesisir yang terkenal dengan rumah-rumah mewahnya. Angin dengan kecepatan hingga 80 mil per jam mempercepat penyebaran api, melahap rumah, bisnis, dan landmark alami di wilayah tersebut.

Di sisi lain, Eaton Fire yang berkobar di dekat Altadena di utara semakin mempersulit tugas petugas pemadam kebakaran. Hingga kini, sekitar 180.000 warga telah dievakuasi, sementara angin kencang terus mengancam penyebaran bara api.

Presiden AS Joe Biden menyamakan situasi Los Angeles dengan “medan perang” saat berkunjung pada Jumat. “Ini seperti menghadapi kiamat,” ujar Michael, seorang akuntan dari Altadena yang kehilangan rumahnya dalam kobaran api.

Dorothy, warga Palisades yang telah tinggal di rumahnya selama 40 tahun, mengaku seluruh lingkungan tempat tinggalnya habis terbakar. “Ini mimpi buruk. Semua hilang, dan bahkan jika ada rumah untuk dibeli, siapa yang mampu?” keluhnya.

Kesalahan teknis dalam sistem peringatan evakuasi memperburuk situasi. Warga Los Angeles County menerima peringatan palsu yang menyebabkan kepanikan massal. Menurut pejabat setempat, kerusakan menara telekomunikasi akibat kebakaran mungkin menjadi penyebabnya.

Penyebab Masih Diselidiki

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Namun, para ahli energi menduga peralatan utilitas seperti kabel listrik yang tetap aktif selama kondisi kering dan berangin mungkin menjadi faktor penyebaran api.

Fakta lain yang mengejutkan adalah Los Angeles Department of Water and Power (LADWP), utilitas terbesar di AS, tidak memiliki program pemadaman listrik proaktif di kawasan perkotaan saat risiko kebakaran meningkat. Ini berbeda dengan penyedia utilitas lainnya di California yang telah menerapkan langkah-langkah tersebut.

Bahkan dengan kerugian besar ini, diperkirakan hanya 20 miliar dolar AS dari total kerugian yang akan ditanggung oleh asuransi. Kondisi ini menggarisbawahi krisis pasar asuransi di California, di mana perusahaan asuransi semakin enggan memberikan perlindungan karena meningkatnya risiko kebakaran hutan.

Tudingan dan Tindakan

Gubernur California Gavin Newsom mengumumkan penyelidikan independen untuk mengetahui mengapa sumber air pemadam kebakaran sempat habis di awal upaya pemadaman. Walikota Los Angeles Karen Bass mengungkapkan bahwa sekitar 20 persen hidran di kota tersebut tidak berfungsi selama operasi.

Di sisi lain, Presiden terpilih Donald Trump menyalahkan kebijakan pengelolaan hutan Newsom dan bahkan menyerukan pengunduran dirinya. Sementara itu, Presiden Biden menegaskan bahwa pemerintah federal akan mendukung penuh respons kebakaran ini, termasuk menanggung biaya operasional selama 180 hari.

Meski situasi masih belum terkendali, upaya penyelamatan dan pemulihan terus dilakukan untuk melindungi warga dan memulihkan daerah yang terdampak.

Sumber : Xinhua**