Energi Hijau

Inovasi Hijau! Gas Metan dari Sampah di Madiun Jadi Solusi Energi Alternatif untuk Warga

383
×

Inovasi Hijau! Gas Metan dari Sampah di Madiun Jadi Solusi Energi Alternatif untuk Warga

Sebarkan artikel ini
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Kaliabu, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun. Photo : febrianto ramadani/surya.co.id

Madiun, KabarHijau.com – Pemerintah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, memanfaatkan gas metan hasil pengolahan sampah organik di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kaliabu sebagai energi panas alternatif bagi warga sekitar. Langkah ini menjadi inovasi sekaligus bentuk kompensasi kepada masyarakat yang tinggal di dekat lokasi pembuangan tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Madiun, Muhammad Zahrowi, mengatakan bahwa program pemanfaatan gas metan ini dilakukan secara gratis sebagai wujud tanggung jawab pemerintah daerah. Ia juga mengungkapkan rencana ke depan untuk menjadikan Desa Kaliabu sebagai kampung mandiri energi.

“Ini gratis untuk masyarakat, sebagai wujud tanggung jawab pemerintah daerah. Ke depan, kami menargetkan Desa Kaliabu menjadi kampung mandiri energi,” ujar Zahrowi di Madiun, Jumat (10/1).

Saat ini, sebanyak 10 rumah tangga di RT 09 Dusun Sumberejo, Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan, telah merasakan manfaat gas metan ini. Gas tersebut digunakan sebagai bahan bakar pengganti elpiji, sekaligus didukung dengan bantuan kompor gas dari pemerintah daerah.

“Ada sebanyak 10 rumah tangga di RT 09 Dusun Sumberejo menerima aliran gas metan sebagai energi alternatif. Warga tersebut juga menerima bantuan kompor gas dari pemkab setempat,” tambahnya.

Proses pengolahan gas metan dilakukan dengan memanfaatkan sampah organik yang telah dipilah. Sampah tersebut ditata secara terintegrasi melalui proses fermentasi alami hingga menghasilkan gas metan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif.

Sudarwati, salah satu warga Dusun Sumberejo yang mendapatkan manfaat program ini, mengaku sangat terbantu dengan adanya gas metan tersebut. Menurutnya, penggunaan gas metan mampu mengurangi pengeluaran rumah tangga.

“Penggunaan gas metan ini sangat membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga karena tidak beli gas. Rasa masakan juga tidak berubah meski menggunakan gas dari sampah,” ujar Sudarwati.

Ia berharap penyaluran gas metan dapat diperluas sehingga semakin banyak warga yang merasakan manfaat energi alternatif ini.

Program pemanfaatan gas metan dari sampah ini menjadi salah satu inovasi Pemkab Madiun dalam mendukung pemenuhan kebutuhan energi masyarakat sekaligus mempromosikan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.